Tampilkan postingan dengan label Erich Fried. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Erich Fried. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Mei 2010

Suatu Upaya

Suatu Upaya
oleh Erich Fried

Aku sudah berupaya
untuk berupaya
sementara aku mesti
kerja
mikirin pekerjaanku
dan bukan mikirin kamu
betapa aku bahagia
nyatanya itu adalah
upaya sia-sia

Untuk Gergaji Saraf

Untuk Gergaji Saraf
oleh Erich Fried

Dengan semua masalahmu
kudengar
kau
gergaji saraf
Aku suka runcing
dan bilah tajam
dari setiap gerigi
dari gergaji itu
dan kilap
lembar gergajinya
juga gagangnya
yang bulat

Tapi Selama Aku Bernapas

Tapi Selama Aku Bernapas
oleh Erich Fried

Juga apa yang
terkepal
mesti siap
kuikhlaskan
dan mestilah aku tahu
jikalau kucinta
itu sungguhlah
cinta padamu
dan bukan sekadar
cinta pada cinta padamu
bahwa aku tak sungguh
inginkan sesuatu
yang tak sungguh-sungguh
tetapi
selama aku bernapas
aku ingin
ketika aku menahan
napasku
kurasakan napasmu
dalam diriku

Misalnya

Misalnya
oleh Erich Fried

Beberapa
bisa menggelikan
misalnya
mengecup
teleponku
ketika kudengar
suaramu
di dalamnya
Lebih menggelikan lagi
dan lebih menyedihkan
jika tidak
kukecup
teleponku
ketika aku tak
bisa mengecupmu

Cuma Bukan

Cuma Bukan
oleh Erich Fried

Hidup ini
mungkin
lebih mudah
bila aku tak
pernah ketemu kamu

Tak terlalu sedih
setiap kali
kita mesti berpisah
tak terlalu cemas
hadapi perpisahan esok
atau lusa

Juga tak terlalu berat
oleh rindu yang memperdaya
ketika kamu tak ada
rindu yang hanya ingin
sesuatu yang tak mungkin
seketika
saat ini pula
rindu yang
sebab tak bisa
buatku takut
dan sesak napas

Hidup ini
mungkin
lebih mudah
bila aku tak
pernah ketemu kamu
Cuma itu bukan
hidupku

Di Sebuah Negeri Lain

DI SEBUAH NEGERI LAIN
oleh Erich Fried

Siapa tahu bisa
kusalin buah dadamu
lewat bantalku
untuk lidahku
untuk bibirku
dan untuk tanganku
agar mereka bisa
mikirin kamu lebih baik

Siapa tahu bisa
kusalin rahimmu
lewat bantalku
untuk penisku
untuk mulutku
dan untuk seluruh wajahku
agar ia bisa
lebih terselup
dalam rinduku

Tetapi kedua matamu
tak bisa kusalin
lewat apa pun
suaramu pun tak
napasmu tak
aroma tubuhmu tak
dan tak satu pun
dari gerikmu

Dan tanganku
bibirku
gigiku
serta lidahku
juga
penisku -
semua mereka
hanya inginkan
kamu

Dan juga buah dadamu
tak bisa benar-benar kusalin
juga tidak rahimmu
dan ketika aku upayakan itu
aku hanya
menjadi sedih
dan tambah kangen
padamu